Logo Bloomberg Technoz

Pagi Ini, Rupiah Senasib dengan Mayoritas Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 September 2026 09:18

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (2/9/2026), kala harga minyak kembali naik dampak meningkatnya eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah terbatas 0,04% kala pembukaan perdagangan ke Rp17.733/US$. Tak lama berselang, depresiasi rupiah menjadi lebih dalam ke 0,25% ke Rp17.770/US$ pada 09:05 WIB. 

Bahkan di pasar offshore, rupiah kembali menyentuh Rp17.810/US$ pada 09:04 WIB. 


Harga minyak Brent terdongkrak naik ke US$95/barel menjadi biang keladi yang menyebabkan investor melepas aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Asia, hampir semua mata uang melemah.

Hanya won Korea Selatan yang menguat 0,12%. Sementara, peso Filipina tergerus paling banyak 0,39%, disusul baht Thailand, rupiah, dolar Taiwan, ringgit Malaysia, yen Jepang, dan yuan offshore

Rupiah dan mata uang Asia tertekan oleh harga minyak pada Rabu (2/9/2026). (Bloomberg)