Pagi Ini, Rupiah Senasib dengan Mayoritas Mata Uang Asia
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 September 2026 09:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (2/9/2026), kala harga minyak kembali naik dampak meningkatnya eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah terbatas 0,04% kala pembukaan perdagangan ke Rp17.733/US$. Tak lama berselang, depresiasi rupiah menjadi lebih dalam ke 0,25% ke Rp17.770/US$ pada 09:05 WIB.
Bahkan di pasar offshore, rupiah kembali menyentuh Rp17.810/US$ pada 09:04 WIB.
Harga minyak Brent terdongkrak naik ke US$95/barel menjadi biang keladi yang menyebabkan investor melepas aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Asia, hampir semua mata uang melemah.
Hanya won Korea Selatan yang menguat 0,12%. Sementara, peso Filipina tergerus paling banyak 0,39%, disusul baht Thailand, rupiah, dolar Taiwan, ringgit Malaysia, yen Jepang, dan yuan offshore.































