Batu Bara Tak Lagi Energi Termurah, Transisi ke PLTS Dicap Urgen
Sabrina Mulia Rhamadanty
01 September 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menilai asumsi bahwa bahan bakar fosil seperti batu bara merupakan sumber listrik termurah di Indonesia sudah tidak relevan lagi.
Penilaian tersebut mengemuka seiring dengan harga energi terbarukan, khususnya dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), kini menjadi kian kompetitif.
Melalui laporan terbaru bertajuk Rethinking Indonesia’s Electricity Economics to Reach the 100 GW Solar Target, IEEFA menegaskan program penyediaan PLTS berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (25/8/2026) menjadi pilar utama dalam strategi penurunan biaya listrik nasional.
Langkah strategis ini sekaligus menandai transformasi dan perluasan peran energi terbarukan dalam sistem pasokan listrik di Indonesia.
Research & Engagement Lead IEEFA Mutya Yustika mengatakan faktor yang membuat biaya batu bara terlihat sebagai sumber energi murah di Tanah Air adalah karena adanya kebijakan domestic price obligation (DPO) dan domestic market obligation (DMO).






























