Logo Bloomberg Technoz

DAMPAK EL NIÑO

Produksi CPO Rawan Turun ke 47,6 Juta Ton pada 2027, B50 Terancam

Sabrina Mulia Rhamadanty
02 September 2026 09:30

Pekerja menurunkan buah kelapa sawit hasil panen di pabrik produksi PT Perkebunan Nusantara di Kertajaya, Banten./Bloomberg-Dadang Tri
Pekerja menurunkan buah kelapa sawit hasil panen di pabrik produksi PT Perkebunan Nusantara di Kertajaya, Banten./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) memproyeksikan produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia turun drastis hingga menyentuh angka 47,6 juta ton pada 2027 akibat adanya fenomena El Niño 2026.

Direktur Eksekutif Paspi Tungkot Sipayung menjelaskan penurunan volume produksi tersebut nantinya akan berpengaruh pada keberlangsungan program mandatori B50 atau biodiesel 50%.

"Indonesia sebagai negara produsen sekaligus eksportir sawit terbesar dunia, produksi CPO-nya pada 2025 mencapai 51,6 juta ton, lalu diperkirakan turun menjadi sekitar 49,2 juta ton pada 2026 dan turun lagi menjadi sekitar 47,6 juta ton pada 2027," ungkap Tungkot saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).


“Iya pasti berdampak, karena full-nya [implementasi mandatori B50 sepanjang tahun] nanti pada 2027 kan yang B50,” tambahnya.

Sampel biodiesel B50./dok. Kementerian ESDM

Penurunan Bertahap