Berhitung Beban Pertamina Jika Terlalu Lama Tahan Harga Pertamax
Azura Yumna Ramadani Purnama
02 September 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom memandang harga Pertamax di level Rp15.590/liter yang tidak mengalami penyesuaian pada 1 September 2026 belum mencerminkan nilai keekonomiannya, sehingga terdapat selisih harga yang mesti ditanggung oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede memperkirakan biaya produksi bensin RON 92 berada di sekitar Rp12.100—Rp12.540/liter, dengan asumsi perhitungan harga minyak mentah MOPS US$108—US$112/barel dan rata-rata kurs Rp17.800/US$.
Setelah ditambah komponen biaya pengadaan, penyimpanan dan distribusi Rp1.800/liter, diperoleh nilai sekitar Rp13.900—Rp14.340/liter. Dengan margin maksimum sesuai formula, harga dasar menjadi sekitar Rp15.400—Rp15.930/liter.
Setelah itu, ditambah komponen pajak pertambangan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor DKI Jakarta, batas atas harga keekonomian Pertamax berdasarkan formula semestinya berada di kisaran Rp18.700—Rp19.300/liter.
Jika dibandingkan dengan harga Pertamax saat ini, sebesar Rp15.950/liter, terdapat selisih sekitar Rp2.000—Rp3.300/liter dan perkiraan mediannya sekitar Rp2.500—Rp3.000/liter.
































