Namun, pada saat yang sama, neraca perdagangan migas masih defisit sebesar US$2,98 miliar. "Target kita begitu [tetap surplus], kita maunya nggak sampai akhir tahun, tapi sampai seterusnya," tutur Busan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$120 juta pada Juli 2026, tak berbeda jauh dari perkiraan konsensus.
Komoditas utama penyumbang surplus pada nonmigas meliputi lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan barang Indonesia secara kumulatif pada periode Januari-Juli 2026 tercatat masih surplus US$3,70 miliar. Angka ini ditopang surplus komoditas nonmigas sebesar US$22,45 miliar, sementara komoditas migas masih defisit US$18,75 miliar.
(ain)






























