Neraca Dagang RI Kembali Surplus US$120 Juta per Juli 2026
Redaksi
01 September 2026 12:09

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$120 juta pada Juli 2026.
Angka ini hampir sesuai dengan proyeksi konsensus para ekonom dan analis yang memperkirakan neraca dagang akan impas, setelah mengalami defisit dalam dua bulan terakhir, usai perjalanan panjang surplus pada neraca dagang nasional.
Pada Mei dan Juni 2026, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit masing-masing US$1,61 miliar dan US$450 juta. Padahalm sebelumnya, neraca dagang Indonesia mengalami surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak 6 tahun terakhir, tepatnya Mei 2020. Terakhir, neraca dagang Indonesia mengalami surplus US$89,1 juta pada April 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan surplus neraca perdagangan Juli 2026 terutama disebabkan oleh komoditas nonmigas yang surplus US$3,10 miliar. Komoditas utama penyumbang surplus pada nonmigas yaitu lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
"Pada saat yang sama, neraca perdagangan migas defisit US$2,98 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah hasil minyak dan minyak mentah," kata Ateng dalam konferensi pers BPS, Selasa (1/9/2026).





























