Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Menguat Saat Neraca Dagang RI Surplus

Muhammad Julian Fadli
01 September 2026 13:10

Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I hari ini, Selasa (1/9/2026), dengan kenaikan 0,6% di posisi 6.564. Salah satu sentimen positif bagi pasar keuangan Tanah Air adalah neraca perdagangan yang mencatat surplus.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG memang sudah menghijau setelah dibuka di level 6.538 pada pagi tadi. Indeks bergerak dengan titik terendah 6.535 dan tertinggi di 6.586.

IHSG Penutupan Sesi I pada Selasa 1 September 2026 (Bloomberg)

Volume transaksi melibatkan 28,49 miliar unit saham dengan nilai Rp10,21 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,54 juta kali diperjualbelikan.


Adapun 385 saham mengalami penguatan dan 221 saham melemah. Sedangkan 183 saham tidak bergerak.

IHSG berhasil melaju lebih baik dibandingkan indeks saham Asia lainnya. Indeks KOSDAQ (Korea Selatan), KLCI (Malaysia), Hang Seng (Hong Kong), Straits Times (Singapura), Shenzhen Comp. (China), NIKKEI 225 (Jepang), SENSEX (India), dan KOSPI (Korea Selatan) melemah masing–masing 1,84%, 1,04%, 1,03%, 0,66%, 0,22%, 0,15%, 0,04%, dan 0,02%.