Neraca Dagang Juli 2026 Diproyeksi Kembali Defisit US$200 Juta
Mis Fransiska Dewi
31 August 2026 12:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memperkirakan kinerja neraca dagang Indonesia masih mencatatkan defisit sekitar US$200 juta pada Juli 2026. Namun, nilai defisit diperkirakan semakin menyempit dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kami memproyeksikan neraca dagang Indonesia pada Juli 2026 masih mencatatkan defisit terbatas, sekitar US$0,2 miliar,” kata Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo ketika dihubungi, Senin (11/8/2026).
Diketahui, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit kemudian menyempit menjadi US$450,5 juta pada Juni 2026.
Menurut dia, tekanan terhadap neraca perdagangan masih terutama berasal dari sisi impor. Pada Juni 2026, impor Indonesia tumbuh 34,27% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$25,91 miliar.
Pertumbuhan impor tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan ekspor yang tumbuh 8,84% YooY. Banjaran memperkirakan permintaan impor masih relatif kuat pada Juli 2026. Hal tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang kembali berada di zona ekspansif pada level 50,2.































