Logo Bloomberg Technoz

Meski Surplus, Ekonom Sebut Neraca Dagang RI Masih Rentan

Redaksi
01 September 2026 20:00

Kondisi neraca dagang Indonesia pada Februari 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Kondisi neraca dagang Indonesia pada Februari 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$120 juta pada Juli 2026. Angka ini hampir sesuai dengan proyeksi konsensus para ekonom dan analis yang memperkirakan neraca dagang akan impas, setelah mengalami defisit dalam dua bulan terakhir.

Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan PT Bank Permata Tbk, Faisal Rachman mengatakan neraca perdagangan Indonesia diperkirakan tetap rentan, karena agenda pemerintah yang mendorong pertumbuhan dapat meningkatkan impor, sementara permintaan global yang lebih lemah serta ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan terus menekan ekspor.

“Kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan diperkirakan menjaga permintaan domestik tetap kuat dan mendukung pertumbuhan impor yang lebih tinggi,” kata Faisal dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Bloomberg Technoz, Selasa (1/9/2026).


Selain itu, ketegangan geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah juga meningkatkan risiko kenaikan harga minyak global, yang dapat semakin meningkatkan nilai impor migas.

Sementara itu, pertumbuhan ekspor diperkirakan melambat di tengah melemahnya permintaan global serta ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan yang masih berlanjut.