Ekonom Proyeksi Neraca Dagang Juni Berlanjut Defisit
Redaksi
03 August 2026 09:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan melaporkan perkembangan data neraca perdagangan Indonesia periode Juni pada hari ini, Senin (3/8/2026).
Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Permata Bank, Faisal Rachman memperkirakan defisit neraca perdagangan Indonesia akan berlanjut pada Juni 2026, dengan nilai defisit US$1 miliar. Angka ini menyempit dari defisit pada Mei 2026 yang tercatat US$1,61 miliar.
"Ini didukung oleh permintaan eksternal yang tangguh dan harga minyak global yang lebih rendah," ujat Faisal dalam hasil risetnya, Senin (3/8/2026).
Dalam laporan hasil risetnya, Faisal memperkirakan bahwa kinerja nilai ekspor Indonesia akan pulih pada Juni 2026 di tengah permintaan eksternal yang tangguh. Nilai ekspor akan tumbuh sebesar 1,86% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026, setelah kontraksi sebesar 5,73% yoy pada Mei 2026.
Meskipun harga komoditas ekspor utama, termasuk batu bara dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), telah kembali normal, permintaan eksternal tetap relatif kuat.





























