Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Soroti Risiko Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan RI

Redaksi
04 September 2026 10:50

Neraca Dagang Mei 2026 Defisit US$1,6 M, Pertama Sejak 2020 (Bloomberg Technoz)
Neraca Dagang Mei 2026 Defisit US$1,6 M, Pertama Sejak 2020 (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyoroti risiko pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia ke depan, seiring dengan potensi menyusutnya surplus neraca perdagangan barang.

Andry mengatakan kondisi rupiah saat ini relatif stabil di kisaran Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS), sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS. Namun, menurutnya, perkembangan transaksi berjalan perlu menjadi perhatian ke depan.

“Hal yang perlu kita waspadai tentunya tantangan dari sisi current account,” kata Andry dalam  Indonesia Economic Outlook: Building Domestic Resilience in the Midst of Global Vulnerability, Kamis (3/9/2026).


Dia menjelaskan, risiko pelebaran CAD muncul ketika surplus neraca perdagangan barang semakin mengecil. Kondisi tersebut dapat membuat surplus perdagangan semakin terbatas dalam menutup defisit pada neraca jasa dan primary income.

Defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 tercatat telah mencapai 3,3%.