Serangan Rusia dan Ukraina Saling Sasar Infrastruktur Energi
News
17 September 2026 15:43

Bloomberg News
Bloomberg, Rusia melancarkan serangan udara ke Ukraina sepanjang malam, sementara drone Ukraina menghantam salah satu kilang minyak terbesar Rusia. Peristiwa ini menjadi indikasi terbaru bahwa kedua pihak belum mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata terhadap fasilitas energi, meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim sebaliknya.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan rudal dan 157 drone yang sebagian besar menargetkan wilayah Kyiv, Zaporizhzhia, dan Odesa. Sebanyak 131 sasaran berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara, menurut pernyataan tersebut. Namun, tidak dijelaskan apakah ada rudal yang berhasil dicegat.
Setidaknya 16 orang terluka di Kyiv dan pasokan air terganggu di sejumlah distrik bagian timur ibu kota, kata Wali Kota Vitali Klitschko pada Kamis (17/9) melalui Telegram. Di kota Odesa yang berada di pesisir Laut Hitam, enam orang terluka, sementara sejumlah bangunan dan infrastruktur mengalami kerusakan, menurut otoritas setempat.
Kebakaran terjadi di kilang minyak Yaroslavl setelah serangan drone dan kemudian berhasil dipadamkan, kata Gubernur wilayah tersebut, Mikhail Yevrayev, melalui Telegram. Dia mengatakan sebanyak 65 drone berhasil ditembak jatuh dalam serangan tersebut. Kilang yang terletak sekitar 282 kilometer timur laut Moskow itu dimiliki bersama oleh Rosneft PJSC dan Gazprom Neft PJSC. Fasilitas tersebut mampu mengolah sekitar 15 juta ton minyak mentah per tahun, setara dengan sekitar 300.000 barel per hari.





























