Paradoks Perangkat Teknologi yang Bisa Jadi Jebakan Produktivitas
Muhammad Fikri
15 September 2026 17:56

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pukul 07.00 pagi, Damar sudah membuka laptop untuk memulai pekerjaan. Di sampingnya, smartphone terus menyala menerima notifikasi dari WhatsApp, email, dan media sosial. Sesekali ia berpindah dari dokumen pekerjaan ke aplikasi lain sebelum kembali menyelesaikan tugas.
Bagi Damar, perangkat digital menjadi bagian penting untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Namun pada saat yang sama, perangkat tersebut juga menjadi sumber gangguan.
“Perangkat digital sih sekarang ini memang sangat membantu banget apalagi untuk menyelesaikan pekerjaan kan, tapi terkadang memang kecenderungan sering menggunakan perangkat digital ini kadang cukup mengganggu kalau terlalu sering digunakan di luar pekerjaan,” ujar Damar.
Kondisi tersebut semakin lazim di tengah masyarakat urban yang kehidupannya semakin terhubung dengan teknologi. Smartphone, laptop, tablet, smartwatch, hingga perangkat audio tidak lagi hanya digunakan untuk satu kebutuhan. Satu perangkat dapat membantu seseorang bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, berolahraga, sekaligus mencari hiburan.
Di sinilah muncul paradoks baru. Teknologi membuat pekerjaan lebih cepat dan mudah, tetapi akses yang sama terhadap berbagai aplikasi dan informasi dapat membuat perhatian terpecah. Perangkat yang seharusnya menjadi alat produktivitas justru berpotensi menjadi jebakan produktivitas.































