Defisit Neraca Dagang Mengikis Penopang Rupiah
Redaksi
02 July 2026 12:56

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki paruh kedua tahun 2026, sepertinya rupiah hampir kehilangan penyangga. Serangkaian data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa fondasi yang selama ini menopang stabilitas nilai tukar mulai melemah secara bersamaan.
Kuartal II-2026 dapat dianggap sebagai titik balik yang mengkawatirkan. Sepanjang kuartal kedua, rupiah telah melemah 4,96% bahkan sempat berkali-kali menembus level terendah baru, lalu berada di level Rp18.182/US$ pada 8 Juni. Pelemahan sepanjang kuartal ini menggenapi pelemahan rupiah sepanjang tahun menjadi 7,24%, hanya lebih baik dari won Korea Selatan.
Pelemahan terhadaap rupiah terjadi lantaran penopang stabilitasnya mulai kehilangan tenaga. Jika pada kuartal sebelumnya rupiah masih mendapat dukungan dari surplus perdagangan yang besar, cadangan devisa yang cukup memadai, dan pertumbuhan ekonomi yang solid, kini hampir seluruh penyangga tersebut mulai mengalami erosi.
Defisit Neraca Dagang
Neraca perdagangan Indonesia secara mengejutkan mencatat defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Ini merupakan defisit pertama sejak April 2020, dan mengindikasikan adanya perubahan struktur perdagangan RI.





























