Logo Bloomberg Technoz

50 Pengajuan Revisi RKAB 2026 Belum Direstui ESDM, Bahlil Jawab

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 September 2026 16:50

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 16 Maret 2025. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 16 Maret 2025. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim proses evaluasi revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 tak mengalami kendala, padahal masih terdapat sekitar 50 perusahaan tambang yang disebut belum menerima persetujuan revisi RKAB.

Bahlil menyatakan penetapan kuota produksi nasional, terutama pada komoditas batu bara, ditetapkan dengan memperhatikan permintaan dan penawaran komoditas tersebut.

“RKAB-nya enggak ada masalah kok. Enggak ada masalah dalam arti kata begini; bahwa stok nasional kita untuk batu bara tercukupi dengan memperhatikan supply and demand. Kita enggak bisa jorjoran membuat RKAB tinggi kemudian harga jatuh,” kata Bahlil kepada awak media, di Kompleks DPR, Rabu (16/9/2026).


Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sulawesi tidak berkaitan dengan kekurangan pasokan batu bara atau imbas pemangkasan kuota produksi RKAB.

Bahlil menyatakan penyebab utama pemadaman bergilir di dua lokasi tersebut dipengaruhi turunnya pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Dia mencontohkan, pasokan listrik dari PLTA di Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel) turun jadi hanya sekitar 250 megawatt (MW).