Mencermati Perbedaan Garis Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia
Redaksi
03 September 2026 13:39

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dalam laporan terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia merilis data persentasi angka kemiskinan di Indonesia. Menariknya, kedua lembaga tersebut memiliki data yang jauh berbeda satu sama lain.
Dalam laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2026 yang dirilis Bank Dunia disebutkan sebanyak 64,2% penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Angka itu menggunakan garis kemiskinan sebesar US$8,30 per kapita per hari berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 2021.
Di sisi lain, BPS mencatat persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 hanya 8,07% atau sekitar 22,93 juta orang.
Menanggapi perbedaan tersebut, BPS mengingatkan bahwa perbedaan tersebut perlu disikapi dengan bijak dan hati-hati. Sebab, kedua angka disusun menggunakan standar kemiskinan yang berbeda dan ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda pula. Oleh karenanya, keduanya tidak dapat dibandingkan secara langsung sebagai satu ukuran kemiskinan yang sama.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M. Nashrul Wajdi menyampaikan bahwa angka yang disampaikan oleh Bank Dunia dihitung bukan berdasarkan garis kemiskinan nasional Indonesia.































