Survei Bloomberg: Juni, Neraca Dagang RI Diramal Defisit Lagi
Redaksi
01 August 2026 09:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data perdagangan pada Senin (3/8/2026). Konsensus yang dihimpun Bloomberg hingga Jumat (31/7/2026), memperkirakan impor Indonesia pada Juni 2026 tumbuh 22,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), nyaris tidak berubah dari realisasi Mei sebesar 22,16%.
Sebaliknya, ekspor diperkirakan masih terkontraksi 0,4%, meski membaik dibanding kontraksi Mei sebesar 5,73%.
Jika terealisasi, perbaikan yang terjadi pada impor bisa dibaca sebagai tanda bahwa aktivitas ekonomi domestik tetap bergairah. Namun, data ekspor yang masih terkontraksi menggambarkan bahwa mesin penghasil devisa sepertinya belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan domestik yang tergambar dari impor.
Kombinasi ini dapat menciptakan tantangan, khususnya bagi stabilitas rupiah.
Selain impor barang modal, mesin, dan bahan baku, yang mencerminkan perusahaan sedang meningkatkan kapasitas produksinya, Indonesia juga masih punya ketergantungan tinggi terhadap komponen elektronik, hingga energi seperti minyak mentah dan LPG.






























