Gerak Liar Saham BYAN Dinego Haji Isam & Force Majeure RKAB
Redaksi
17 September 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham PT Bayan Resources (BYAN) bergerak liar sepanjang tahun ini. Belakangan, kabar ambil alih perusahaan oleh bos Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ikut menekan kinerja saham BYAN di lantai bursa.
Seiring dengan lobi-lobi Haji Isam untuk kendali BYAN yang kini dipegang Low Tuck Kwong, perusahaan mengalami keadaan kahar atau force majeure terkait dengan pengurusan RKAB batu bara. Permohonan revisi izin tambang batu bara grup belum kunjung disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dari lantai bursa, saham BYAN melorot 20,66% ke level Rp11.450 per saham selama satu bulan terakhir. BYAN sempat menyentuh level terendahnya di Rp8.950 per saham dan level tertingginya Rp18.650 per saham selama satu tahun terakhir.
Rentang harga yang terpaut lebar itu mencerminkan volatilitas saham BYAN yang signifikan di tengah kabar pengambil alihan kendali mayoritas. Adapun, keadaan force majeure makin meningkatkan kekhawatiran sebagian investor pada saham BYAN belakangan.
Sebelumnya, BYAN mengungkap tiga anak usahanya mengalami kondisi kahar atau force majeure yang berdampak terhadap pemenuhan kewajiban pasokan batu bara kepada pelanggan.





























