Sebagian Besar Mata Uang Asia Lesu Pagi Ini, Termasuk Rupiah
Tim Riset Bloomberg Technoz
24 July 2026 09:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka melemah 0,35% ke posisi Rp17.978/US$, seiring sentimen pasar terbebani setelah harga minyak brent kembali naik mendekati US$100 per barel.
Tak lama berselang, rupiah memangkas sedikit pelemahannya 0,33% menjadi Rp17.975/US$ pada 09:14 WIB, dengan harga Brent sudah terpangkas 1% menjadi US$99,68 per barel pada 09:00 WIB, dari posisi tadi pagi di US$100,67 per barel.
Dari kawasan, hanya sedikit mata uang yang menguat. Salah satunya won Korea Selatan dengan penguatan paling tajam 0,53%, disusul yen Jepang hanya 0,04% dan yuan China 0,02%.
Sebaliknya, sebagian besar mata uang Asia melemah, termasuk rupiah menduduki urutan pertama di zona merah.
Pelemahan pada mata uang kawasan terjadi seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset di negara berkembang. Won Korea Selatan menguat dan mengungguli mata uang Asia lainnya, tertopang oleh data pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 yang mencapai 3,7%, lebih tinggi dari perkiraan yaitu 3,5%.































