Logo Bloomberg Technoz

BI juga tengah mengimbangi posisi pro-stability (termasuk penekanan intervensi rupiah di pasar valas) dengan tetap mendorong langkah pro-growth (mendorong jumlah uang beredar tetap terjaga, dengan komitmen pertumbuhan uang primer/M0 tetap dijaga).

Keputusan BI Rate yang masih ditahan di 5,75%, mendorong pasar saham kembali melanjutkan reli yang dimulai sejak awal Juli. Penguatan ini didorong hampir seluruhnya oleh sentimen yang datang dari dalam negeri, di mana IHSG telah menguat lebih dari 13% month–to–date. 

“Kami menilai pasar cenderung priced in upaya stabilisasi yang dilakukan oleh pemerintah-BI, termasuk konsolidasi fiskal, reformasi program MBG (Makan Bergizi Gratis), serta bauran kebijakan BI yang membuat rupiah relatif stabil di level Rp17.800—18.000/US$ sejak awal bulan,” terang Panin Sekuritas.

Momentum ini berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten saham perbankan. Keputusan tersebut mencerminkan keyakinan BI terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang tetap terkendali, sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Adapun dua saham sebagai predikat rating top buy adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), berdasarkan riset RHB Sekuritas.

“Sektor perbankan dinilai tetap konstruktif, didukung oleh pertumbuhan kredit yang tetap solid di kisaran 10–11%, kualitas aset yang stabil, serta valuasi yang masih menarik,” papar RHB Sekuritas.

Pemilihan saham (stock selection) menjadi semakin penting. RHB turut mengunggulkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai pilihan defensif, BMRI, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk kombinasi pertumbuhan dan valuasi, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang menawarkan eksposur pada pembiayaan perumahan.

Sebagai salah satu acuan, berikut rekomendasi saham dan juga target harga saham bank-bank tersebut berdasarkan konsensus Bloomberg

BBRI

- Beli: 27 analis.
- Tahan: 8 analis.
- Jual: 1 analis.
Target harga 12 bulan ke depan: Rp3.750/saham.

Ivan Ng, Analis Autonomous Research, menyematkan rekomendasi outperform saham BBRI dengan target harga Rp4.000/saham. Ferry Wong, Analis Citi, memberikan rekomendasi beli BBRI dengan target harga mencapai Rp4.400/saham.

BBNI

- Beli: 28 analis.
- Tahan: 6 analis.
- Jual: 2 analis.
Target harga 12 bulan ke depan: Rp4.421/saham.

Jeffrosenberg Chenlim, Analis Maybank Investment Banking Group, memberikan rekomendasi beli pada saham BBNI dengan target harga mencapai Rp4.800/saham. Handy Noverdanius, Analis CGS International, memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp5.200/saham.

BBCA

- Beli: 35 analis.
- Tahan: 2 analis.
- Jual: 0 analis.
Target harga 12 bulan ke depan: Rp8.304/saham.

Handy Noverdanius, Analis CGS International, memberikan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp10.000/saham. Lebih potensial, Erwin Wijaya dari Verdhana Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp10.100/saham.

BMRI

- Beil: 29 analis.
- Tahan: 7 analis. 
- Jual: 3 analis.
Target harga 12 bulan ke depan: Rp5.277/saham.

Jayden Vantarakis, Analis Macquarie, menyematkan peringkat outperform kepada BMRI dengan target harga Rp5.765/saham. Ivan Purnama Putera, Analis Sinarmas Sekuritas, memberikan rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp5.150/saham.

BRIS

- Beli: 23 analis.
- Tahan: 0 analis. 
- Jual: 0 analis.
Target harga 12 bulan ke depan: Rp2.812/saham.

Andrey Wijaya dari RHB Research memberikan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp2.460/saham. Lebih tinggi, Erwin Wijaya dari Verdhana Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp3.250/saham.

BBTN

- Beli: 22 analis.
- Tahan: 2 analis.
- Jual: 0 analis.
Target harga 12 bulan ke depan: Rp1.564/saham.

Yap Swie Cu, Analis Yuanta Investment Consulting, memberikan rekomendasi beli BBTN dengan target harga Rp1.600/saham. Senada dengan Nico Laurens dari Panin Sekuritas yang memberikan rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp1.800/saham.

(fad/aji)

No more pages