Cek Rekomendasi Saham dari Analis Usai BI Rate Ditahan
Muhammad Julian Fadli
23 July 2026 15:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) dalam mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sembari memperluas kebijakan insentif hingga menjaga ruang pertumbuhan ekonomi, menjadi angin segar bagi pasar saham.
Pada Rabu (22/7/2026), Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk menahan BI Rate tetap di 5,75%. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility 4,75%, dan suku bunga lending facility 6,5%.
Stabilnya BI Rate tersebut turut diikuti oleh pertumbuhan kredit di Indonesia yang meningkat menjadi 12,67% secara tahunan (year–on–year/yoy) pada Juni, dari sebelumnya 11,51% yoy pada Mei, yang merupakan ekspansi terkuat di sepanjang tahun hingga lebih tinggi ketimbang target yang dipatok BI.
Dalam laporan Panin Sekuritas, keputusan BI ini sesuai dengan proyeksi, di mana BI akan memasuki fase wait and see terlebih dahulu setelah kenaikan 100 basis pon. (bps) sejak Mei.
“Kenaikan tersebut sudah mendorong real yield differential antara SBN (Surat Berharga Negara) dengan UST (obligasi pemerintah Amerika Serikat/AS) sehingga membuka ruang carry trade rupiah untuk menahan pelemahan,” tulis Panin dalam catatan terbarunya.
































