PGN Pacu Komersialisasi Gas Metana Batu Bara Tanjung Enim Rp277 T
Sabrina Mulia Rhamadanty
06 July 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN selaku subholding gas PT Pertamina (Persero) melakukan program gasifikasi nonkonvensional, salah satunya lewat pengembangan coalbed methane (CBM) atau gas metana batu bara di wilayah Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
Proyek strategis ini diperkirakan memiliki potensi raksasa mencapai 9,7 triliun kaki kubik atau trillion cubic feet (TCF) original gas in place (OGIP) dengan estimasi nilai potensi gas menembus angka US$15,4 miliar (sekitar Rp277,03 triliun asumsi kurs saat ini).
Secara teknis dan komersial, PGN menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan gas tersebut secara bertahap, yang diproyeksikan mulai tumbuh dari 1 million standard cubic deet per day (MMSCFD) hingga mencapai target optimal sebesar 25 MMSCFD.
Guna memastikan kelancaran proyek, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melakukan kunjungan kerja langsung ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa pada Jumat (3/7/2026).
“Proyek ini dipandang krusial karena berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi energi domestik serta pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi asing,” ungkap Dudung melalui siaran pers, Senin (6/7/2026).
































