Wapres Filipina Sara Duterte Hadapi Sidang Pemakzulan di Senat
News
06 July 2026 11:50

Cliff Venzon dan Neil Jerome Morales - Bloomberg News
Bloomberg, Wakil Presiden Filipina Sara Duterte akan menghadapi persidangan pemakzulan yang diperkirakan berlangsung sengit di Senat mulai Senin (6/7). Persidangan ini dapat mengakhiri karier politiknya atau justru mengukuhkan posisinya sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan rivalnya, Presiden Ferdinand Marcos Jr., pada pemilihan presiden mendatang.
Duterte membantah tuduhan bahwa dirinya merencanakan pembunuhan terhadap Marcos, menyalahgunakan dana publik, serta mengumpulkan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya. Ia menilai seluruh tuduhan tersebut bermotif politik. Duterte juga berupaya agar perkara itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung, yang tahun lalu menolak upaya pemakzulan sebelumnya karena alasan prosedural.
Persidangan ini berpotensi memperdalam gejolak politik di Filipina, yang pertumbuhan ekonominya melambat setelah terungkapnya praktik korupsi besar-besaran yang memicu penurunan kepercayaan konsumen dan investor. Persidangan ini juga menjadi momen penting bagi dua keluarga politik paling berpengaruh di negara itu. Sara Duterte adalah putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, yang kini menunggu persidangan di Den Haag atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sementara Ferdinand Marcos Jr. merupakan putra mendiang diktator Ferdinand Marcos, yang lengser pada 1986 dan membuka jalan bagi kembalinya demokrasi di Filipina.
Jaksa membutuhkan setidaknya 16 suara senator untuk memvonis Duterte bersalah. Jika terbukti bersalah, ia dapat diberhentikan dari jabatan serta dilarang seumur hidup menduduki jabatan publik. Meski kubu Duterte diyakini memiliki cukup dukungan untuk memperoleh putusan bebas, bukti yang menunjukkan pelanggaran berat berpotensi membuat sejumlah senator mengubah sikap dan memilih menghukum politikus yang masih sangat populer tersebut.

































