RI Ribut B50, Proyek Biofuel Juga Tuai Polemik di India hingga AS
Redaksi
06 July 2026 12:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan B50, bauran 50% biodiesel dengan solar, pada pekan ini. Kepala Negara meyakini program ini akan membantu Indonesia menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar diesel atau gasoil atau solar.
Program mandatori bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel di Indonesia itu akhir-akhir ini menuai polemik di kalangan industri; baik yang terkait dengan penaikan bauran fatty acid methyl ester (FAME) berbasis minyak sawit di biodiesel, maupun rencana mewajibkan bauran bioetanol 5% dalam bensin alias E5.
Di industri pertambangan, misalnya, pelaku usaha waswas mandatori biodiesel B50 akan mengerek biaya penambangan sekitar 3% hingga 5%.
Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi Ardhi Ishak Koesen menilai penggunaan B50 bakal meningkatkan ongkos operasi karena biaya perawatan mesin bakal naik, sebab durasi penggantian saringan atau filter bakal lebih cepat.
Ardhi juga menilai penggunaan B50 bakal membuat penggunaan bahan bakar lebih besar lantaran campuran FAME yang tinggi berpotensi menurunkan efisiensi pembakaran.

































