Logo Bloomberg Technoz

IESR: Adopsi EV Lebih Kurangi Emisi dari Mandatori Biodiesel B50

Sabrina Mulia Rhamadanty
06 July 2026 09:10

Truk dan bus berbaris di stasiun pengisian bahan bakar dan pencampuran B50 setelah menyelesaikan uji jalan sejauh 40.000 km di Lembang./Bloomberg
Truk dan bus berbaris di stasiun pengisian bahan bakar dan pencampuran B50 setelah menyelesaikan uji jalan sejauh 40.000 km di Lembang./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai elektrifikasi dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor, menekan emisi, serta memperkuat kemandirian energi lebih baik alih-alih penerapan mandatori pencampuran 50% biodiesel terhadap solar alias B50.

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa mengatakan hal ini dapat terwujud dengan catatan pasokan listrik untuk elektrifikasi banyak berasal dari energi terbarukan.

Berdasarkan permodelan IESR, adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) dapat mengurangi emisi sebesar 46 juta ton karbon dioksida pada 2060.


Dampaknya akan makin signifikan jika dikombinasikan dengan kebijakan pembatasan usia kendaraan.

Upaya ini diproyeksikan meningkatkan adopsi kendaraan listrik menjadi sekitar 66 juta mobil listrik dan 143 juta motor listrik, serta mengurangi emisi hingga 210 juta ton pada 2060.

Emisi karbon./dok. Bloomberg