Logo Bloomberg Technoz

RI Impor 6 Juta Ton Bijih Nikel Filipina hingga Mei, Naik 116%

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 July 2026 12:30

Fasilitas pelabuhan Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Fasilitas pelabuhan Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg  Technoz, Jakarta – Indonesia tercatat telah mengimpor sekitar 6,02 juta ton bijih nikel dari Filipina sepanjang Januari hingga Mei 2026, naik 116,8% secara year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,78 juta ton.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume impor bijih nikel dan konsentrat (ore nickel and concentrates) dengan kode HS 26040000 sepanjang Januari—Mei 2026 tercatat terbesar ke wilayah Weda, Maluku Utara dengan volume sekitar 3,69 juta ton.

Kemudian, impor bijih nikel dari Filipina yang masuk ke Morowali tercatat sekitar 852.651 ton pada Januari hingga Mei 2026.


Selain itu, bijih nikel impor dari Filipina sebanyak 817.751 ton tercatat masuk wilayah Kendari pada Januari—Mei 2026.

Selanjutnya, bijih nikel dari Filipina sepanjang Januari–Mei 2026 sejumlah 656.551 ton masuk ke wilayah Kolonodale.