Logo Bloomberg Technoz

Harga Patokan Baru, Penambang Mengaku Sulit Jual Nikel ke Smelter

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 July 2026 11:20

Derek pengangkut barang berdiri di samping tumpukan bijih nikel mentah di dermaga./Bloomberg-Konstantinos Tsakalidis
Derek pengangkut barang berdiri di samping tumpukan bijih nikel mentah di dermaga./Bloomberg-Konstantinos Tsakalidis

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengungkapkan harga patokan mineral (HPM) bijih nikel yang baru membuat penambang sulit menjual bijih ke smelter domestik.

Anggota Dewan Penasihat Pertambangan APNI Djoko Widajatno mengungkapkan banyak smelter yang ingin membeli bijih nikel di bawah HPM yang berlaku, padahal nilai transaksi tersebut menjadi acuan penambang dalam melakukan transaksi dan memenuhi kewajiban pembayaran royalti.

“Banyak smelter yang tidak membeli [sesuai dengan harga] resmi HPM, sedangkan penambang tidak diperbolehkan menjual di bawah HPM yang menjadi acuan transaksi dan royalti,” kata Djoko ketika dihubungi, Senin (6/7/2026).


Dia menilai smelter nikel juga mencari peluang untuk memanfaatkan bijih nikel murah, sehingga margin keuntungan mereka cukup besar. 

Proses penyortiran bijih di fasilitas pengolahan nikel. (Fotografer: Dimas Ardian/Bloomberg)

Banyak Broker