Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Melemah, Tapi di Bawah Rp18.000/US$

Hidayat Setiaji
06 July 2026 15:52

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Namun setidaknya mata uang Tanah Air finis di bawah Rp 18.000/US$.

Pada Senin (6/7/2026), US$ 1 setara dengan Rp 17.995 kala penutupan perdagangan pasar spot. Mata uang Ibu Pertiwi terdepresiasi 0,23% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Rupiah tidak sendiri, karena hampir seluruh mata uang utama Asia juga melemah. Hanya dolar Hong Kong yang mampu menguat, itu pun sangat terbatas di 0,01%.


Baht Thailand menjadi mata uang terlemah di Benua Kuning. Disusul oleh yen Jepang, dolar Taiwan, dan rupee India.

Mata Uang Asia vs Dolar AS (Sumber: Bloomberg)

Mengutip riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, salah satu beban bagi langkah rupiah adalah neraca perdagangan yang defisit US$ 1,61 miliar pada Mei. Defisit tersebut memutus rentetan surplus yang terjadi selama 72 bulan berturut-turut.