Inflasi Thailand Melandai, Suku Bunga BOT Diproyeksi Tak Berubah
News
06 July 2026 16:00

Suttinee Yuvejwattana dan Anuchit Nguyen - Bloomberg News
Bloomberg, Laju inflasi Thailand bergerak melambat selama dua bulan berturut-turut pada bulan Juni. Kendati tekanan harga di tingkat dasar terus merangkak naik, kondisi ini memperkuat pandangan bank sentral bahwa lonjakan harga baru-baru ini belum memerlukan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Perdagangan Thailand pada hari Senin (6/7), indeks harga konsumen (IHK) naik 2,42% secara tahunan (year-on-year) pada bulan Juni. Angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan posisi bulan Mei yang sempat menyentuh 2,79%. Realisasi tersebut juga berada di bawah nilai tengah (median) estimasi dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom yang memproyeksikan angka 2,7%.
Melandainya inflasi utama ini mengindikasikan bahwa dampak dari kenaikan harga minyak dunia tahun ini kemungkinan telah mencapai puncaknya pada bulan April lalu. Hal ini sekaligus meredakan kekhawatiran bahwa tingginya biaya energi akan bertahan lebih lama di Thailand, yang merupakan salah satu negara importir minyak terbesar di kawasan Asia Tenggara. Para ekonom juga memperkirakan inflasi di Filipina, yang akan merilis data Juni pada hari Selasa esok, bakal ikut melandai.
Bank Sentral Thailand (Bank of Thailand/BOT) secara konsisten meyakinkan pasar bahwa kenaikan inflasi ini bersifat sementara. Pihak bank sentral mengindikasikan kesediaannya untuk mengesampingkan tekanan harga jangka pendek demi memprioritaskan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Atas dasar itu, para pembuat kebijakan memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 1% selama dua pertemuan berturut-turut hingga bulan Juni, menjadikannya salah satu tingkat suku bunga terendah di dunia saat ini.
































