Rupiah Tembus Rp18.000/US$, Ekonom Ungkap Penyebabnya
Mis Fransiska Dewi
06 July 2026 15:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpendapat alasan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tembus Rp18.005/US$ karena permintaan valuta asing (valas) yang tinggi. Bank Indonesia (BI) kemungkinan bisa kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.
Pada Senin (6/7/2026) pukul 13:55 WIB, US$ 1 ekuivalen Rp18.005 di perdagangan pasar spot. Mata uang Tanah Air terdepresiasi 0,28% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Di para luar negeri, rupiah juga lesu. Pada pukul 13:49 WIB, kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) tenor sebulan ada di Rp 18.043/US$.
Kepala Ekonom PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Myrdal Gunarto menilai rupiah tembus di level Rp18.005/US$ disebabkan karena permintaan valas untuk kebutuhan investor asing yang tengah melakukan aksi ambil untung atau profit taking di pasar saham seiring dengan indeks Dow Jones yang terus meningkat.
“Jadi mereka mau ambil momentum supaya pindahkan dulu dananya ke negara yang trennya sedang bagus, yaitu negara maju,” kata Myrdal saat dihubungi, Senin (6/7/2026).





























