Rupiah Kembali Cetak Rekor Terlemah, Selangkah Lagi Rp17.800/US$
Redaksi
26 May 2026 13:48

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kembali mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah pada sesi perdagangan siang ini, Selasa (26/5/2026). Pada pukul 12::56 WIB, mata uang Ibu Pertiwi terdepresiasi 0,27% ke Rp17.791/US$.
Posisi rupiah siang ini telah menandai pelemahan rupiah dalam empat hari beruntun, akibat sentimen yang memburuk terkait kondisi defisit fiskal dan lanskap kebijakan domestik di tengah kenaikan harga minyak mentah.
Indeks dolar AS sebenarnya cukup stabil berada di level 99, tetapi harga minyak mentah kembali terkerek naik 2,49% ke posisi US$98,53. Kenaikan harga minyak terjadi menyusul penyelesaian perang yang sepertinya terkendala dengan tersiarnya kabar penyerangan terhadap Iran oleh AS di Selat Hormuz.
Kabar ini membuat sebagian mata uang kawasan bergerak melemah, dengan baht Thailand tergerus paling dalam dalam sesi hari ini. Hanya won Korea Selatan yang menguat signifikan dan disusul dolar Taiwan menguat terbatas.
Di sisi lain, pergerakan pasar Surat Utang Negara (SUN) cenderung beragam. Aksi beli masih terjadi di tenor 1 tahun (yield turun 2 bps, ke 6,67%), 2 tahun (-2,6 bps 6,62%), dan 3 tahun (-1,5 bps, 6,63%). Imbal hasil tenor 7 tahun juga tercatat turun 2,2 bps menjadi 6,76%, dan tenor 9 tahun 1,1 bps ke 6,81%.
























