Rupiah Terbenam Akibat Defisit Neraca Pembayaran yang Makin Dalam
Redaksi
22 May 2026 15:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026 dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan fondasi eksternal mulai melemah. Hal ini berdampak pada pergerakan rupiah yang pada kuartal II-2026 menjadi mata uang terlemah di kawasan.
Hari ini, Jumat (22/5/2026), BI mengumumkan NPI kuartal I-2026 tercatat defisit US$9,15 miliar. Jauh lebih dalam daripada defisit kuartal sebelumnya US$6,07 miliar.
Transaksi berjalan juga mencatat defisit sebesar US$4 miliar atau 1,1% terhadap Produk Domestik Bruto. Angka ini memburuk tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang masih surplus US$2,5 miliar. Artinya, dalam satu kuartal saja terjadi perubahan sekitar US$6,5 miliar.
Penyebab Defisit Makin Dalam
Kondisi ini mengindikasikan bahwa mesin penghasil devisa Indonesia mulai kehilangan tenaganya. Hal ini terlihat dari menyusutnya surplus perdagangan barang dari US$10,2 miliar, tergerus menjadi hanya US$8 miliar. Padahal, selama beberapa tahun belakangan, surplus perdagangan ini kerap jadi bantalan utama stabilitas eksternal Indonesia.



























