Logo Bloomberg Technoz

Dibuka Merah, Rupiah Langsung Bangkit ke Zona Hijau

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 July 2026 09:23

Karyawan membawa mata uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan membawa mata uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melemah terbatas 0,01% pada sesi pembukaan perdagangan spot pada Jumat (9/7/2026) dan berada di Rp18.085/US$. Namun tak lama berselang, mata uang Nusantara berbalik menguat 0,14% ke Rp18.058/US$ pada 09:15 WIB. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama sedikit terpangkas 0,02% ke posisi 100,88, seiring penurunan harga minyak mentah ke level US$76 per barel di tengah kabar berlanjutnya pembicaraan antara AS dan Iran.

Meredanya sentimen eksternal membawa sebagian mata uang Asia bergerak di zona hijau. Yen Jepang menguat 0,59%, disusul baht Thailand 0,49%, lalu ringgit Malaysia, yuan offshore, yuan China, peso Filipina, dan dolar Singapura.


Won Korea Selatan dan rupiah juga ikut terapresiasi pagi ini di tengah sentimen domestik yang saling berkelindan.

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)

Penguatan rupiah memang relatif terbatas jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Hal ini dipicu oleh sentimen domestik yang masih membayangi.