Logo Bloomberg Technoz

ILO: AI Ubah Pola Kerja Tapi Belum Sampai Pemangkasan Karyawan

News
10 July 2026 15:50

Ilustrasi pasar pekerja makin tidak pasti efek booming AI. Efisiensi jumlah karyawan menanti. dok: Bloomberg
Ilustrasi pasar pekerja makin tidak pasti efek booming AI. Efisiensi jumlah karyawan menanti. dok: Bloomberg

Isabelle Chong–Bloomberg News

Bloomberg, Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi mengubah pola kerja hampir 80 juta orang di seluruh Asia Tenggara, namun belum ada tanda-tanda yang menunjukkan hal itu telah menyebabkan pemangkasan jumlah karyawan dalam skala besar, menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO).

Hampir 80 juta pekerja, atau 22,9% dari total tenaga kerja di negara-negara ASEAN, bekerja di bidang-bidang di mana AI berpotensi mengotomatisasi atau membantu setidaknya sebagian tugas, demikian disampaikan ILO.


Dari jumlah tersebut, sekitar 11,7 juta pekerja, atau 3,3% dari total tenaga kerja, bekerja di bidang-bidang yang diklasifikasikan dalam kategori paparan AI tertinggi. Sekitar 67% tenaga kerja terkonsentrasi pada pekerjaan yang tidak teridentifikasi memiliki paparan terhadap AI.

Tenaga kerja di pekerjaan dengan potensi terbesar bagi AI untuk mengotomatisasi atau memperluas tugas terus tumbuh sejak 2017, termasuk setelah munculnya AI generatif, yang menunjukkan bahwa teknologi tersebut belum menyebabkan gangguan pekerjaan secara luas. Pekerjaan dengan paparan AI tertinggi meliputi analis keuangan, pengembang multimedia, dan pialang keuangan, demikian ditunjukkan dalam laporan tersebut.