Logo Bloomberg Technoz

Airlangga Respons Proyeksi Ekonomi RI 2026 Versi Lembaga Asing

Mis Fransiska Dewi
10 July 2026 18:20

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi domestik masih berada dalam tren positif. Meski demikian pemerintah tetap menjalankan sejumlah program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar mencapai target 5,4% di akhir 2026.

Dalam laporan terbaru, lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 hanya akan mencapai 5% di tahun 2026 dan naik tipis menjadi 5,1% pada tahun 2027. Sementara itu perekonomian global diperkirakan sebesar 3% di tahun 2026 dan naik menjadi 3,4% di tahun 2027.

“Dari berbagai lembaga baik itu IMF, bank dunia, maupun OECD [Organization for Economic Cooperation and Development] memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita masih dalam range sekitar 5%. Jadi relatif semua menilai perekonomian kita relatif aman dan solid,” kata Airlangga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (10/7/2026).


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada kuartal I-2026. Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.447,7 triliun pada kuartal I-2026.

Sementara neraca perdagangan mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Neraca perdagangan minyak dan gas (migas) mengalami defisit sebesar US$3,76 miliar sedangkan neraca perdagangan komoditas nonmigas tercatat surplus US$2,15 miliar. Defisit ini menjadi yang pertama setelah 6 tahun mengalami surplus beruntun.