Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Rupiah Masih Lemas Meski BI Rate Naik Jadi 5,25%

Redaksi
21 May 2026 11:55

Rupiah melemah (Diolah berbagai sumber)
Rupiah melemah (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% seharusnya jadi sinyal kuat bahwa otoritas moneter siap mempertahankan stabilitas rupiah. Namun, sepertinya pasar masih merespons negatif. 

Hari ini, Kamis (21/5/2026), rupiah masih melemah. Sempat dibuka menyusut 0,2%, lalu data Bloomberg menunjukkan rupiah tergerus 0,33% ke posisi Rp17.663/US$ pada pukul 10:00 WIB. 

Pergerakan rupiah kembali melemah, setelah BI Rate naik 5,25%. (Bloomberg)

Mengapa langkah pengetatan yang begitu agresif ternyata belum juga mampu meredakan penyakit rupiah kali ini? 


Tekanan Eksternal Belum Reda

Pertama, tekanan eksternal belum sepenuhnya reda. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) masih bertahan tinggi di level 99,19, sementara minyak Brent masih bertengger di US$105,93 per barel dan minyak WTI masih berada di level US$99,19 per barel.