Kronologi Krisis Gas Industri: HGBT Tersendat Berujung Diskon LNG
Sabrina Mulia Rhamadanty
11 July 2026 10:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Polemik penyaluran gas murah untuk industri melalui program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) muncul pada pertengahan tahun ini setelah pasokan gas pipa mengalami penurunan drastis.
Adapun, untuk menutup kekurangan, pelaku usaha terpaksa mengambil langkah darurat dengan membeli liquefied natural gas (LNG) komersial yang telah diregasifikasi.
Berdasarkan data Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), pemenuhan gas pipa HGBT kini hanya menutup sekitar 27,5% dari alokasi awal, dengan realisasi yang anjlok ke level 46% pada awal 2026.
Imbasnya, pelaku usaha tidak bisa lagi membeli harga gas untuk industri sebesar US$7/MMBtu sesuai dengan ketentuan HGBT. Harga yang dibayarkan melonjak drastis menjadi US$20—US$23/MMBtu.
Kenaikan drastis hingga 285% dari tarif dasar HGBT tersebut menempatkan sektor manufaktur dalam posisi terjepit, sehingga memicu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 55.000 karyawan.





























