Logo Bloomberg Technoz

Di Luar Negeri, Rupiah Sudah di Atas Rp18.100/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 July 2026 08:22

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) sedikit mereda. Pada perdagangan Kamis (9/7/2026), rupiah offshore sempat melanjutkan pelemahan yang terjadi kemarin sore dan berada di posisi Rp18.119/US$ pada 07:30 WIB. 

Lalu, tak lama berselang rupiah berbalik menguat terbatas 0,07% ke posisi Rp18.104/US$ pada 07:45 WIB, seiring pergerakan mata uang Asia yang berada di zona hijau pagi ini. 

Won Korea Selatan melanjutkan penguatan, bersama yen Jepang, baht Thailand, dolar Singapura, yuan offshore, dan ringgit Malaysia. Nampaknya, tekanan terhadap rupiah akan sedikit terkikis dengan penguatan yang terjadi pada sebagian mata uang kawasan. 

Mata uang Asia pada Kamis (9/7/2026). (Bloomberg)

Meski begitu, pergerakan rupiah hari ini masih akan dibayangi oleh sejumlah sentimen. Pertama, S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang berpotensi mengalami reklasifikasi pasar pada tahun 2027. Pasar saham domestik berpotensi digeser ke klasifikasi special measures atau frontier jika masalah transparansi dan likuiditas pasar belum terselesaikan.

Kedua, sejumlah data ekonomi memperkuat persepsi bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai kehilangan momentum. Indikator konsumsi rumah tangga, manufaktur, hingga kepercayaan konsumen menunjukkan pelemahan secara bertahap.