Pakar: Penerimaan Negara Idealnya Ditopang Pajak, Bukan PNBP
Redaksi
10 July 2026 19:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja menyampaikan outlook terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada semester II-2026. Di sisi pendapatan, pemerintah memperkirakan realisasi pendapatan negara mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target APBN.
Penerimaan yang berasal dari perpajakan diproyeksi mencapai Rp2.631,4 triliun atau 97,7% dari target, terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp2.310,8 triliun atau 98% dari target dan kepabeanan serta cukai sebesar Rp320,6 triliun atau 95,4% dari target.
Di tengah potensi tak tercapainya target perpajakan tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa pendapatan diproyeksi akan ditopang oleh lonjakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diproyeksikan mencapai Rp575,1 triliun atau 125,2% dari target APBN sebesar Rp459,2 triliun.
Dosen UNIKA Atma Jaya Jakarta, YB Suhartoko menilai meski pajak masih menjadi tumpuan penerimaan, namun pemerintah tak cukup percaya diri dan memperkirakan penerimaan pajak hanya sekitar Rp 2310.8 Triliun atau 98% dari target APBN. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp 575,1 T atau 125,2% dari target.
“Ini artinya memang ada kesulitan untuk menggenjot pajak dan ada ruang peningkatan PNBP,” kata Suhartoko kepada Bloomberg Technoz, Kamis (9/7/2026).






























