Polemik HPM Nikel: Bijih Dijual Murah, Bayar Royalti tetap Tinggi
Azura Yumna Ramadani Purnama
11 July 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indef Green Transition Initiative (GTI) menyebut terdapat penambang nikel terpaksa menjual bijih nikel ke smelter di bawah harga patokan mineral (HPM) gegara perusahaan pengolahan dan pemurnian tidak bersedia membeli bijih sesuai harga acuan.
Akan tetapi, segelintir penambang tersebut tetap membayarkan royalti sesuai dengan HPM nikel yang berlaku, sebagaimana aturan yang berlaku.
Head of Center of Industry, Trade, and Investment Indef GTI Andry Satrio Nugroho mencatat kondisi tersebut terjadi sejak HPM nikel direvisi.
Dia menilai kondisi tersebut sangat menekan pendapatan penambang level menengah hingga kecil.
“Nah ketika HPM ditetapkan jauh di atas harga pasar, pada akhirnya para penambang ini jadi bingung. Pertama, tidak ada yang mau membeli [bijih nikelnya], tetapi royalti itu tetap dihitung dari harga tertinggi yang pada akhirnya ya tidak pernah mereka terima,” kata Andry ketika dihubungi, Sabtu (11/7/2026).































