Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka di Atas Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 July 2026 09:16

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 0,31% ke posisi Rp18.055/US$ di perdagangan pasar spot. Tak lama berselang, rupiah makin terdepresiasi ke Rp18.070/US$ pada 09:05 WIB. 

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama masih bertahan tinggi di 101,01. Di saat bersamaan, harga minyak mentah Brent kembali terkerek naik menjadi US$78,74 per barel, setelah pada awal pekan sempat berada di level US$71,9 per barel. 

Kenaikan harga minyak mentah memicu pelemahan pada sebagian mata uang Asia. Won Korea Selatan berbalik arah dan melemah 0,2%, disusul dolar Taiwan, baht Thailand, peso Filipina, dan ringgit Malaysia.


Sebaliknya, yuan China menguat bersama yen Jepang, yuan offshore, dolar Singapura dan dolar Hong Kong. 

Rupiah menjadi mata uang terlemah pagi ini. (Bloomberg)

Selain tekanan eksternal, rupiah juga diliputi berbagai sentimen domestik yang berasal dari data ekonomi yang belum dapat menopang penguatan rupiah lebih lanjut.