Logo Bloomberg Technoz

Cadangan Devisa Masih Aman, Berkat Global Bond

Redaksi
08 May 2026 18:04

Pekerja menghitung uang dolar AS di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang dolar AS di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Cadangan devisa Indonesia memang masih berada di level yang relatif aman. Dengan posisi US$146,2 miliar pada akhir April 2026, Indonesia setidaknya masih memiliki bantalan eksternal yang cukup kuat untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak global. 

Angka tersebut bahkan setara dengan 5,8 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor. 

Akan tetapi, penurunan cadangan devisa yang sudah terjadi selama empat bulan berturut-turut. Sepanjang kuartal I-2016 telah menyusut US$8,2 miliar. Ditambah periode April, total penyusutan cadangan devisa mencapai US$10,27 miliar. 

Posisi cadangan devisa selama enam bulan terakhir terus menyusut. (Bloomberg)

Penurunan cadangan devisa ini terjadi bersamaan dengan mulai melambatnya kinerja ekspor nasional dan posisi manufaktur yang masuk ke zona kontraksi di 49,1. 

Ekspor dan Manufaktur Melemah