Logo Bloomberg Technoz

Defisit Neraca Pembayaran & Transaksi Berjalan RI Makin Dalam

Hidayat Setiaji
22 May 2026 12:46

Karyawan merapihkan uang dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026. NPI mengalami defisit yang cukup dalam.

Pada jumat (22/5/2026), BI mengumumkan defisit NPI pada tiga bulan perttama 2026 mencapai US$ 9,15 miliar. Jauh memburuk ketimbang kuartal sebelumnya yang surplus US$ 6,07 miliar.

Bahkan defisit NPI pada kuartal I-2026 sudah melampai defisit sepanjang 2025 yang sebesar US$ 7,84 miliar. 


NPI terbagi menjadi dua pos besar. Pos pertama adalah transaksi berjalan atau current account.

Pada kuartal I-2026, transaksi berjalan mencatat defisit US$ 4 miliar atau setara dengan 1,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini menjadi yang terdalam sejak kuartal IV-2019.

Transaksi Berjalan Indonesia (Bloomberg)