Logo Bloomberg Technoz

China Terima Tarif AS Naik Demi Gencatan Dagang Berlanjut

News
20 May 2026 16:20

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi China. (Bloomberg)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi China. (Bloomberg)

Josh Xiao - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintah China memberikan sinyal bersedia menerima sedikit kenaikan tarif impor dari Amerika Serikat (AS), sepanjang nominalnya tidak melewati batas kesepakatan tahun lalu. Langkah ini diambil Beijing demi melanjutkan negosiasi perpanjangan gencatan senjata dagang—sebuah indikasi kuat bahwa hubungan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini kian bergerak stabil.

"Kami berharap AS akan memenuhi komitmennya dan bahwa, terlepas dari apa pun alasan yang diberikan untuk menerapkan atau mengganti tarif terhadap China di masa depan, tingkat tarif AS terhadap China tidak akan melebihi level yang telah disepakati," bunyi pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China pada Rabu (20/5). Batas yang dimaksud merujuk pada hasil negosiasi di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober tahun lalu.


Kementerian tersebut menambahkan bahwa tim perdagangan dari kedua negara akan segera menggelar diskusi untuk memperpanjang perjanjian satu tahun yang telah dirumuskan sebelumnya. Pakta komprehensif tersebut pertama kali diumumkan pada KTT Pemimpin Negara di Busan, Korea Selatan, yang berujung pada penangguhan sejumlah tarif, pembatasan ekspor tanah jarang (rare earths), serta pembatalan investigasi terhadap industri galangan kapal China hingga November tahun ini. Perpanjangan pakta ini dinilai "selaras dengan kepentingan bersama kedua negara, sekaligus memenuhi ekspektasi internasional."

Pernyataan ini membawa secercah optimisme bahwa jeda perang dagang selama satu tahun yang ditandatangani oleh Pemimpin China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump akan tetap bertahan. Kunjungan Trump ke Beijing untuk menghadiri KTT bersama Xi pekan lalu memang menghasilkan kesepakatan hubungan baru yang berpusat pada stabilitas, meski sempat diwarnai peringatan keras dari Beijing terkait sikap AS terhadap isu Taiwan.