BI Rate Naik ke 5,25%, Pasar Obligasi Minta Yield Lebih Tinggi
Tim Riset Bloomberg Technoz
20 May 2026 17:01

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar keuangan domestik sepertinya mulai memasuki era bunga tinggi. Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% hari ini, Rabu (20/5/2026), melampaui ekspektasi pasar dengan prediksi kenaikan 25 bps.
Keputusan ini tak cuma dipandang sebagai langkah stabilisasi jangka pendek, tetapi juga sinyal bahwa otoritas moneter siap mempertahankan kebijakan ketat lebih lama demi menjaga stabilitas rupiah dan meredam tekanan eksternal.
Pasar pun langsung merespons. Rupiah ditutup menguat 0,57% ke Rp17.605/US$, setelah sebelumnya terus berada dalam tekanan dan mencetak rekor terlemah baru.
Penguatan ini menunjukkan pelaku pasar menyambut positif keberanian BI sebagai otoritas moneter dalam mengambil langkah agresif di tengah gejolak global yang semakin berat dan kondisi perekonomian domestik yang belum bisa dibilang cukup solid.
Setelah pengumuman suku bunga, pasar surat utang masih merespons dengan kenaikan yield. Yield tenor 1 tahun naik hingga 14 basis poin (bps) menjadi 6,69%, sementara tenor 2 tahun naik 12,8 bps ke level 6,654%. Kenaikan juga terjadi di tenor 3 hingga 9 tahun.






























