Pernyataan itu juga menandakan Beijing bersedia menerima tarif AS selama tidak melebihi level yang disepakati di Malaysia, yang membawa tarif efektif ke kisaran sekitar 30 persen. Angka itu kemudian turun menjadi sekitar 21 persen setelah sebagian tarif dibatalkan Mahkamah Agung AS.
Pemerintahan Trump sebelumnya mendorong investigasi baru berdasarkan Section 301 untuk mengembalikan tarif ke level sebelum putusan pengadilan tersebut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tarif itu kemungkinan dipulihkan pada Juli.
Kementerian Perdagangan China juga menyatakan AS perlu lebih lanjut mencabut tarif sepihak dalam pembicaraan lanjutan guna “menciptakan kondisi yang mendukung perluasan kerja sama ekonomi dan perdagangan.”
Indeks saham CSI 300 China sempat menghapus penurunan dan diperdagangkan naik 0,1 persen pada pukul 13.17 waktu Shanghai. Sementara yuan relatif stabil di level 6,8109 terhadap dolar AS.
Kementerian tersebut juga memaparkan sejumlah area kesepakatan lain, termasuk rencana pembelian 200 pesawat Boeing oleh China dan pembentukan mekanisme pengelolaan perdagangan serta investasi untuk melembagakan diskusi bilateral.
Selain itu, China mengonfirmasi bahwa Board of Trade akan berupaya memangkas tarif atas barang senilai sedikitnya US$30 miliar. Nilai itu setara sekitar 7 persen dari total ekspor China ke AS tahun lalu. Dewan tersebut juga menetapkan target panduan untuk memperluas perdagangan pertanian bilateral.
Sebelumnya, AS dalam lembar fakta menyatakan China setuju membeli setidaknya US$17 miliar produk pertanian per tahun hingga 2028, di luar komitmen pembelian kedelai yang dibuat musim gugur lalu.
Laporan itu juga menyebut kedua negara membahas arus pasokan material rare earth penting, dengan Beijing kembali menegaskan akan menyetujui aplikasi sipil yang memenuhi ketentuan. AS sebelumnya mengatakan China akan mengatasi kekhawatiran Washington terkait kekurangan pasokan dan pembatasan ekspor rare earth serta mineral kritis lainnya.
Selain langkah yang diumumkan Sabtu lalu, China juga akan mulai berkomunikasi dengan AS terkait bioteknologi pertanian, serta mengirim tim teknis ke AS untuk memeriksa sejumlah fasilitas pengolahan daging sapi.
China selama ini mengimpor produk pertanian AS bernilai miliaran dolar, meski volumenya menurun tajam tahun lalu. Ekspor pertanian AS ke China pada 2024 tercatat senilai US$24 miliar, termasuk US$12 miliar kedelai, US$1,4 miliar kapas, dan US$1,2 miliar sorgum, berdasarkan data Departemen Pertanian AS. Secara keseluruhan, pengiriman ke China turun menjadi US$8,3 miliar pada 2025 setelah sengketa dagang kembali memanas.
(bbn)































