Logo Bloomberg Technoz

Dolar Naik, Industri Kosmetik RI Hadapi Tantangan Biaya Produksi

Dinda Decembria
20 May 2026 15:40

55 Daftar Kosmetik Berbahaya yang Sebabkan Kerusakan Hati-Kanker (Bloomberg Technoz/Asfahan)
55 Daftar Kosmetik Berbahaya yang Sebabkan Kerusakan Hati-Kanker (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (Perkosmi), Sancoyo Antarikso, mengungkapkan industri kosmetik nasional menghadapi tantangan yang tidak mudah di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

Sancoyo mengatakan industri kosmetik Indonesia hingga saat ini masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku maupun sebagian kemasan impor. Akibatnya, pelemahan rupiah terhadap dolar AS maupun mata uang asing lainnya berdampak terhadap struktur biaya perusahaan.

“Pelemahan rupiah terhadap dolar maupun hard currencies (mata uang kuat) ini secara langsung memberi tekanan terhadap biaya produksi. Dampaknya bisa berbeda pada tiap perusahaan tergantung skala bisnis, strategi procurement (pengadaan), kekuatan finansial, dan positioning produknya (citra produk),” ujar Sancoyo saat dihubungi Bloomberg Technoz, Rabu (20/5).


Menurut dia, pelaku industri kini berupaya melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Sejumlah strategi yang ditempuh antara lain peninjauan ulang procurement dan inventory management, renegosiasi dengan pemasok, hingga penyesuaian strategi harga secara hati-hati.

Meski menghadapi tekanan biaya, industri kosmetik disebut tetap berupaya menjaga kesinambungan produksi dan ketersediaan produk di pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen yang dinilai masih cukup terjaga.