Ancam Serangan Besar, Trump Tuntut Iran Segera Sepakati Damai
News
20 May 2026 07:50

Skylar Woodhouse dan Omar Tamo - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan serangan militer ke Iran dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari upayanya menekan Teheran agar mau menyepakati perjanjian damai. Gencatan senjata yang sempat bertahan kini kembali berada di ujung tanduk, hanya berselang sehari setelah Trump mengklaim dirinya baru saja membatalkan sebuah serangan udara ke wilayah Iran.
“Saya berharap kita tidak harus mengobarkan perang, tetapi kita mungkin harus memberi mereka satu serangan besar lagi,” ujar Trump kepada para jurnalis pada Selasa (19/5). Ketika ditanya berapa lama ia akan menunggu perkembangan negosiasi, Trump menjawab: “Maksud saya, saya berbicara tentang dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu. Atau sesuatu di awal pekan depan — dalam periode waktu yang terbatas.”
Pernyataan tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran global akan pecahnya pertempuran terbuka dengan Iran. Hingga saat ini, Teheran masih menolak tunduk pada tuntutan Trump agar mereka menyerahkan sisa-sisa elemen program nuklirnya, setelah berminggu-minggu digempur serangan udara yang dimulai sejak akhir Februari lalu. Kendati demikian, Trump memang dikenal kerap melontarkan ancaman—lalu membatalkannya sendiri—sejak kesepakatan gencatan senjata tercapai pada 8 April.
Di sisi lain, Senat AS yang dikuasai Partai Republik justru menunjukkan penolakan terhadap kelanjutan perang melalui pemungutan suara prosedural pada Selasa malam. Langkah itu mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik luar negeri yang semakin membebani kondisi keuangan warga Amerika, hanya beberapa bulan menjelang pemilu paruh waktu.
































