Logo Bloomberg Technoz

Brain-computer interface atau BCI adalah teknologi yang menghubungkan otak secara langsung dengan perangkat elektronik seperti komputer, tanpa melalui bagian tubuh lainnya. interface ini dirancang untuk mendeteksi aktivitas otak, misalnya sinyal listrik yang dihasilkan neuron lalu menerjemahkannya menjadi perintah untuk mengendalikan mesin.

Mulanya, BCI dikembangkan untuk kebutuhan medis, terutama membantu pasien lumpuh, stroke, gangguan bicara, kebutaan, hingga penyakit neurologis seperti ALS atau Lou Gehrig’s disease. Di mana, sejumlah pasien bahkan telah mampu menggerakkan kursor komputer menggunakan pikiran, memainkan game, hingga menerjemahkan ucapan batin menjadi teks di layar.

Selama ini pasien gangguan pendengaran memang telah menggunakan implan koklea sejak 1960-an, tetapi perangkat tersebut menghubungkan “pemroses suara” di luar kepala ke saraf pendengaran, bukan langsung ke otak. Secara teori, BCI dapat mengirim sinyal untuk mengubah aktivitas saraf.

Teknologi ini berpotensi menargetkan area tertentu di otak yang berkaitan dengan gangguan neurologis dan kesehatan mental. Implan yang mengirim denyut listrik terarah untuk deep brain stimulation telah digunakan selama puluhan tahun, termasuk untuk mengurangi tremor akibat penyakit Parkinson.

Mencegah Penyakit Parkinson (Envato)

Namun, teknologi tersebut umumnya dianggap sebagai bentuk neurostimulasi yang berbeda dan lebih sederhana dibanding BCI modern yang kini sedang dikembangkan.

Apakah perangkat ini benar-benar ditanam di otak?

Sebagian BCI memiliki elektroda yang ditanam langsung ke otak, sebagian lain di tempatkan di atas permukaan otak namun masih berada di dalam tengkorak. Sementara perangkat non-invasif berada dan dipasang di luar kepala. Masih terdapat perdebatan mengenai seberapa dekat antarmuka harus berada dengan otak agar mampu membaca informasi secara efektif dan menstimulasi neuron dengan baik.

Sel biologis juga mulai dieksplorasi sebagai penghubung antara BCI dan otak, menggantikan kabel. Science Corp. yang berbasis di California, Amerika Serikat (AS), tengah mengembangkan perangkat biohybrid yang menggunakan lapisan neuron sebagai jembatan dengan jaringan otak. Banyak perusahaan juga mulai memanfaatkan gelombang suara alih-alih sinyal listrik.

Di AS, startup Merge Labs yang didirikan bersama Sam Altman serta Nudge milik miliarder kripto Fred Ehrsam mengembangkan teknologi berbasis ultrasound. Sementara di China, Gestala yang didirikan bersama miliarder internet Chen Tianqiao muncul sebagai perusahaan BCI ultrasound pertama di negara tersebut.

Seberapa maju teknologi BCI?

Pada tahap awal pengembangan BCI, kemampuan seseorang untuk menggerakkan kursor komputer menggunakan pikiran sudah dianggap luar biasa. 

Saat itu perangkat masih besar, rumit, dan harus terhubung langsung dengan komputer. Kini, perangkat nirkabel eksperimental memungkinkan pengguna mengoperasikan komputer, tablet, hingga perangkat rumah pintar hanya dengan pikiran.

Kemajuan signifikan juga terjadi dalam pemulihan kemampuan bicara. Salah satu terobosan terbaru adalah kemampuannya menerjemahkan inner speech atau ucapan batin, ketika BCI menangkap sinyal otak saat seseorang memikirkan apa yang ingin diucapkan lalu mengubahnya menjadi kata-kata di layar.

Para ilmuwan kemudian membuat kemajuan dalam memberikan penglihatan bentuk bagi orang buta. Startup Science mengembangkan mikrocip ultra-tipis nirkabel untuk menggantikan fungsi sel fotoreseptor retina yang rusak akibat penyakit degeneratif mata.

Implan PRIMA milik Science, yang masih menunggu persetujuan regulator, dirancang di tempatkan pada bagian belakang mata dan menerima sinyal cahaya inframerah dari kacamata khusus berteknologi tinggi. Cip tersebut mengubah cahaya menjadi stimulasi listrik bagi otak sehingga penderita gangguan penglihatan dapat melihat bentuk dan bahkan membaca. Saat ini teknologi tersebut masih menghasilkan penglihatan hitam-putih.

Siapa pemain besar di industri ini?

Neuralink Corp. yang didirikan bersama Elon Musk pada 2016 menjadi ikon industri BCI karena berhasil membawa teknologi ini ke perhatian publik. Perangkatnya yang berukuran sekitar koin 25 sen dolar AS, telah ditanam pada lebih dari 20 pasien yang mampu mengendalikan komputer untuk berselancar di internet dan bermain gim daring.

Neuralink memiliki ambisi besar untuk memperluas skala bisnis. Perusahaan menargetkan pemasangan cip pada 20.000 orang per tahun pada 2031 dan menghasilkan pendapatan tahunan minimal US$1 miliar.

Selain Neuralink, terdapat Merge Labs milik Sam Altman yang mengembangkan perangkat tanpa implantasi otak, Blackrock Neurotech dengan rekam jejak pengujian manusia terlama, Precision Neuroscience yang memperoleh izin FDA pada 2025, serta Synchron Inc. yang didukung Jeff Bezos dan Bill Gates dengan teknologi yang tidak memerlukan pembedahan tengkorak.

Implan Otak Lebih dari Sekadar Fantasi Fiksi Ilmiah (Bloomberg)

Perkembangan BCI di China?

Persaingan juga mulai  memanas di China. Pemerintah China memasukkan BCI sebagai salah satu prioritas teknologi dalam Rencana Lima Tahun terbaru mereka. StairMed Technology menjadi perusahaan pertama di China yang menguji implan invasif dalam uji klinis pada Maret tahun lalu.

NeuroXess Technology kemudian menjadi perusahaan China pertama yang menanam perangkat nirkabel dengan baterai internal. Pada Maret tahun ini, regulator China menyetujui penggunaan komersial terbatas perangkat BCI milik Neuracle Technology untuk pasien cedera tulang belakang.

Tantangan teknologi BCI?

Meski potensinya besar, teknologi BCI masih menghadapi tantangan besar mulai dari risiko operasi otak, daya tahan implant, hingga biaya pemasangan yang mahal. Sebagian perangkat masih harus terhubung secara fisik ke komputer atau hanya bisa digunakan di laboratorium.

Pembedahan untuk menanam implan juga memiliki risiko, termasuk pembentukan jaringan parut yang dapat mengganggu koneksi antara perangkat dan otak. Belum diketahui berapa lama implan dapat bertahan sebelum perlu diganti atau ditingkatkan.

Biaya juga menjadi tantangan besar. Neuralink memperkirakan satu operasi dapat menghasilkan pendapatan sekitar US$50.000, belum termasuk biaya rumah sakit dan perawatan lain.

Apakah BCI bisa digunakan di luar dunia medis?

Saat ini penggunaan BCI berfokus pada pemulihan fungsi tubuh. Namun, sebagian pelaku industri percaya teknologi ini nantinya bisa melampaui kemampuan biologis manusia.

Pada tingkat sederhana, BCI diproyeksikan menjadi produk massal yang terintegrasi dengan headphone dan kacamata pintar. Presiden Neuralink DJ Seo bahkan mengatakan perusahaan berharap dapat menanam perangkat pada orang yang sehat sebelum 2030.

Beberapa investor dan pengusaha juga memiliki visi lebih futuristis, seperti kemampuan telepati, peningkatan kapasitas memori otak, hingga percepatan proses belajar. Teknologi ini juga menarik perhatian militer. BCI berpotensi memungkinkan tentara mengendalikan drone dan senjata tanpa awak menggunakan pikiran.

Kesiapan dunia siap menerima BCI?

BCI memunculkan persoalan besar terkait privasi dan etika, terutama soal kepemilikan serta penggunaan data neural yang dikumpulkan perangkat tersebut. Jika teknologi ini berkembang luas, pikiran manusia berpotensi menjadi data yang dapat diawasi, diretas, atau dieksploitasi untuk kepentingan politik maupun bisnis.

Beberapa negara bagian di AS seperti California dan Colorado mulai mengesahkan aturan untuk melindungi data neural. Namun, belum jelas apakah masyarakat umum akan benar-benar menerima teknologi ini, terutama jika perangkat harus ditanam melalui operasi otak.

Prospek memiliki penglihatan super atau berkomunikasi secara telepati mungkin terdengar menarik. Tetapi bagi banyak orang, operasi otak demi bermain gim atau mengirim email dengan pikiran masih terasa terlalu ekstrem.

(mef/wep)

No more pages