Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Ubah Pola Belanja Online, Shopee dan TikTok Tertekan

Redaksi
11 May 2026 15:26

Tampilan halaman aplikasi TikTok di Apple App Store (Bloomberg)
Tampilan halaman aplikasi TikTok di Apple App Store (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan harga minyak mentah dunia di atas US$100 per barel diperkirakan tidak cuma menekan inflasi, tetapi juga mengubah pola konsumsi masyarakat di Asia Tenggara.

Dampaknya, nilai transaksi e-commerce atau gross merchandise value (GMV) berpotensi turun 8-9% di kawasan. GMV merupakan total nilai barang yang terjual di platform digital. 

Tekanan ini terjadi karena kenaikan harga energi dan pangan membuat masyarakat mengalihkan pengeluaran ke kebutuhan pokok. Akibatnya, belanja barang non-esensial seperti fesyen, elektronik, dan produk gaya hidup cenderung dikurangi.


Biaya Hidup Naik, Belanja Non-Esensial Dipangkas

Menurut perhitungan tim Bloomberg Economics, potensi kerugian GMV industri e-commerce Asia Tenggara dapat mencapai US$13 miliar jika harga minyak Brent rata-rata bertahan di US$100 per barel.